Saturday, July 11, 2015

The Legendary Thief - Book 01 - Chapter 001

|| Terjemahan manual dari: Lingson Translations ||

Book 01 - Desa yang Tenang

Awal Mula
------------------------------------

Asap putih memenuhi ruangan kecil. Sebuah pemanas listrik merah muda dicelupkan ke dalam termos air, yang mana sekarang membuat suara berisik "Pu-Pu", dan air yang mendidih memercik keluar.

Di samping, di atas tempat tidur putih susu, seorang wanita yang cantik dan seksi sedang berbaring. Dia menggunakan sebuah gaun malam sutra merah muda, yang sangat sempurna menonjolkan lekuk tubuhnya yang menggoda. Caranya berpose, tak sengaja membuat suatu bukaan di leher bajunya. Kulitnya yang putih mulus dapat terlihat dengan jelas, bersamaan dengan bayangan dua benda kecil menegak. Memandang sedikit jauh ke bawah, samar-samar garis warna merah muda dapat terlihat.

Si wanita seksi ini sedang memegang sebuah salinan dari [Virtual World Magazine] dan membacanya dengan rasa sangat tertarik. Dia tampak tenggelam dalam pikirannya, mengabaikan semua gangguan dari sekitarnya.

Yeah, dia bossku, Xu Lin, pemilik tempat ini, sebuah pusat pijat kaki "underground" di sebuah distrik perkotaan.

Pusat pijat kaki macam ini tersebar di seluruh distrik. Di jalan kecil ini saja sudah ada lusinan. Disebut "underground" karena pusat pijat kaki ini, tidak seperti yang normal, akan memulai bisnis mereka setelah jam 8 malam. Semacam bisnis "resmi" seperti itulah.

Semua pusat pijat kaki ini terkoordinasi dengan baik karena adanya perjanjian tak tertulis. Setelah jam delapan, mereka akan membuka pintu menunggu langganan datang, sampai jam sepuluh malam - waktu di mana para petugas polisi sudah pulang ke rumah dan membawa istri-istri mereka ke atas tempat tidur. Setelah itu, semua pusat pijat kaki ini akan membuat semua lady  mereka mengenakan baju mandi duduk di sofa aula tengah, dan hanya dengan merendahkan sedikit kepala mereka, pakaian dalam berwarna warni yang dikenakan para lady  ini akan terlihat jelas.

Dengan godaan yang hebat seperti ini, para lelaki sangat jarang dapat menahan hasrat mereka dan dengan mudahnya digoda untuk pulang lebih larut sementara mereka masuk ke dalam untuk menikmati "teknik" dari para lady ini. Tentu saja, mereka yang tidak punya uang hanya bisa menatap "lapar" para wanita di dalam dari luar.

Pusat pijat kaki kami hanya berukuran biasa saja, tak terlalu besar juga tak terlalu kecil. Selain Xu Lin, ada lima orang lady muda lainnya, seorang ahli pijat kaki asli, dan aku. Di tempat ini akulah satu-satunya lelaki, orang yang bertanggungjawab untuk melakukan pekerjaan kasar dan kotor di sini. Kadangkala aku harus mengangkat benda berat, kadang mencuci baju para lady. Mereka bertanggungjawab melayani para langganan, dan aku bertanggunjawab meladeni mereka. Untungnya, mereka tak pernah memintaku untuk melakukan suatu pekerjaan yang tak masuk akal.

Sebagai tambahan, aku juga dipercaya dengan tanggungjawab yang besar, yang mana mencari para langganan bagi mereka!

Yang pasti, mencari langganan dianggap ilegal, jadi aku melakukannya dengan sangat hati-hati. Pada situasi yang normal, dalam seminggu, aku hanya bisa menarik satu atau dua orang, dan pada situasi terburuk, tak bisa menarik langganan sama sekali dalam sebulan..

Aku sudah ada di tempat ini dengan perkiraan kasar setengah tahun. Pendapatanku tak sebegitu besar, tapi juga tak terlalu buruk. Aku tak mendapatkan makanan yang memuaskan, tapi paling tidak aku tak akan kelaparan sampai mati. Xu Lin memperlakukan semua staff nya sangat baik. Dia bahkan kadang kala bersenda gurau dengan semua orang. Alasannya kenapa ia melakukan bisnis semacam ini, tak ada seorangpun yang tahu.

Melihat pada air mendidih yang beruap, sementara aku duduk di tempat tidur yang lain, aku menaruh [Virtual Tournament Guide] yang sedang aku pegang.

"Lin Jie Jie, tolong tariklah stekernya, airnya sudah memercik keluar!"

"..."

Menjawab dengan diam dan tanpa bergerak, Xu Lin masih membaca salinan [Virtual World Magazine] nya.

"Lin Jie Jie, tolonglah tarik stekernya. Suaranya sangat keras. Jika kau tidak menarik stekernya, itu akan rusak!"
"..."

Masih tidak ada reaksi.

Aku berteriak lebih keras, "Lin Jie Jie, kalau stekernya tidak ditarik, nanti itu bisa meleleh!"

Setelah senyap sejenak ...

"Bang!"

Sebuah bantal indah mengenaiku di kepala. Xu Lin mendelik langsung padaku dengan matanya yang indah. Dia berteriak, "Tarik sendiri! Itu bukan punyaku!"

Sial! Aku tiba-tiba ingat. Pemanas listrik itu dibeli dengan uangku sendiri!

Xu Lin, sementara masih membaca majalah di tangannya, berkata padaku, "Hey Xiao Lin! Pergi bangunkan para gadis. Aku punya beberapa hal untuk didiskusikan dengan mereka, kau juga harus datang dan mendengarkan. Ini mungkin bisa mempengaruhi hidup kita di masa depan."

Aku mengangguk. Meskipun aku tak yakin apa yang sedang terjadi, aku mematuhinya dan pergi untuk membangunkan para gadis yang masih tertidur pulas.

Di ruang tidur, lima enam gadis sedang tidur tak karuan di satu tempat tidur yang besar. Hanya satu saja di antara mereka tidur dengan pose biasa, Lu Xue Han, tidur di bagian paling dalam. Dia adalah satu-satunya ahli pijat kaki asli, bukan lady seperti gadis-gadis yang lain.

"Hey, kalian semua, ayo bangun!"

"Lin Fan, kau tak sayang nyawamu? Kau sudah merusak mimpi indahku!"

Posisiku tidak tinggi, jadi para gadis sering membentakku.

"Boss mau mengatakan sesuatu. Siapa yang tidak ada di sana dalam waktu lima menit akan didenda 500!"

"Ah!"

Seketika itu juga, suatu kekacauan terjadi. para gadis, bahkan tak memakai pakaian dalam, dengan segera membungkus tubuh mereka dengan selimut, memburu ke ruangan di mana Xu Lin tidur.

Aku mengerutkan kening. Gadis yang tidur di bagian paling dalam, Lu Xue Han, tidak bereaksi. Ia hanya menarik selimut untuk menutupi dadanya, menatapku dengan sedikit malu, wajahnya yang kecil menarik tampak merona.

"Lu Xue Han, kenapa kau tidak pergi ke pertemuan? Apa kau tidak takut didenda?"

Aku memang suka wanita cantik, tapi aku harus menahan diri terhadap Lu Xue Han. Karena ia satu-satunya gadis yang bukan wanita penghibur, aku hanya bisa memandangi kecantikannya. Hal yang berbeda dengan para lady yang lain. Meskipun aku tidak merayu mereka, mereka yang akan datang merayuku. Lagipula, wajahku juga tidak terlalu buruk koq ...

Lu Xue han menggigit bibir mawarnya dan berbisik, "Kau ... bisakah kau keluar dulu, aku .. aku tidak mengenakan apaun ..."

Aku tertegun, gadis ini benar-benar tidur telanjang? Ternyata para gadis yang lain sudah mulai memberikan pengaruh padanya!

"Kalau begitu kau harus cepat. Pertemuan itu sangat penting ..."

Aku segera keluar dan menutup pintu. Aku tidak tahu kenapa, tapi setiap kali aku berhadapan dengannya, aku merasa sedikit tidak nyaman. Bukan perasaan gelisah semacam saat seorang anak lelaki bertemu dengan seorang gadis yang ia sukai, tapi karena aku pikir kalau Lu Xue Han seharusnya tak ada di tempat kotor semacam ini sama sekali.

Bagaimana denganku kalau begitu? Mengapa aku ada di sini?

Aku menggelengkan kepalaku, tak ingin memikirkannya lebih lanjut. Ada hal-hal yang ingin aku lupakan, jadi aku tak ada suasana hati untuk melihat para gadis cantik ini.

Sambil menuangkan segelas air dari dispenser di lorong, aku menatap ke aliran orang di trotoar di luar. Dunia yang makmur ini .... kelihatannya telah menelantarkanku.

"Hey, kau tidak menghadiri pertemuan?" Lu Xue Han bertanya dengan suara manis, seperti suara gadis remaja.

Aku menolehkan kepalakku dan melihat kalau ia sudah mengenakan gaun malam kuning pucat. Sepasang payudaranya yang besar montok masih terlihat berayun di gaunnya yang longgar. Dengan sikap halusnya, dikombinasikan dengan wajah putih salju, mata yang indah dan tajam, Lu Xue Han memberikan kesan menyeluruh seorang wanita yang gemulai.

Mungkin karena aku memandangnya terlalu intens, Lu Xue Han merona tersipu-sipu. Ia memandangku sebentar sebelum kemudian masuk ke dalam kamar Xu Lin.

= OOO =

1 comment:

No Spoiler. No Rude Speech.